Belum Ada Agenda Persib Menggelar Seleksi

Manajemen Persib belum berencana menambah pemain asing baru meski masih memiliki kuota tiga pemain untuk memenuhi skuad “Pangeran Biru” dalam menghadapi Liga Super Indonesia 2008. Hal tersebut diutarakan Manajer Persib H. Jaja Soetardja saat dihubungi, Sabtu (12/4).

Saat ini, Persib baru memiliki dua pemain, yakni Nyeck Nyobe Georges Clement dan Hilton Moreira. Menurut dia, untuk jatah sisa tiga pemain masih menunggu kedatangan pelatih kepala Jaya Hartono. Jaya baru selesai mengikuti kursus Lisensi A pada Senin (14/4). “Saya belum bisa berkomentar banyak, semua tergantung keputusan Jaya yang lebih tahu mengenai kebutuhan materi pemain,” katanya.

Sebagai manajer, Jaja selalu meminta kepada pelatih untuk segera memenuhi susunan tim sehingga ia bisa memfasilitasi permintaan pelatih, soal pemain yang diinginkan. Sementara itu, keputusan mengenai perekrutan pemain tetap ada di tangan pelatih, termasuk prosesnya, baik melalui seleksi maupun rekomendasi dari sejumlah pihak.

Menurut Jaja, manajemen saat ini sudah mengantongi empat nama pemain asing yang berpeluang direkrut Persib. Keempatnya diakui Jaja belum pernah merumput di Indonesia. Performa dari masing-masing pemain diketahuinya melalui rekaman CD saat mereka masih membela klubnya masing-masing. Sementara satu nama yang diajukan legiun asing Persib asal Brasil Hilton Moreira diakui Jaja baru sebatas rekomendasi.

“Kami baru sebatas mendapat informasi kalau pemain tersebut mengisi posisi depan di klub Divisi I Brasil, sedangkan kemampuan yang dimilikinya belum bisa dipastikan karena belum ada bukti yang dapat memperlihatkan keahliannya,” tutur Jaja.

Untuk itu, ia baru bisa memberikan keterangan lebih banyak mengenai hal ini apabila pelatih Jaya Hartono sudah kembali dari program kursus kepelatihan lisensi A di Jakarta. Jaya direncanakan baru tiba di Bandung, Selasa (15/4) depan.

Meski demikian, Jaja mengaku tetap menjalin komunikasi dengan Jaya setiap harinya agar Jaya bisa terus memantau perkembangan tim walaupun tidak berada di Bandung.

Sebenarnya, saat ini sudah banyak pemain asing yang melamar mengikuti proses seleksi. Akan tetapi, jika pelatih Jaya tidak akan menggelar seleksi, berarti hal ini menjadi hal yang pertama sepanjang sejarah Persib di liga. Pengalaman sebelumnya, Persib menggelar seleksi sesuai dengan kebutuhan tim.

Untuk pemain lokal, tampaknya sudah tidak akan ada perekrutan kembali karena jumlahnya sudah mencapai 20 orang. Tiga pemain lokal terakhir yang direkrut, yaitu Irwan Wijasmara, Wilandansyah, dan Chandra. Adapun tiga jatah tempat lagi, khusus untuk pemain asing. (CA-184)***

Sumber : Pikiran Rakyat

Published in: on April 13, 2008 at 3:51 am Leave a Comment

Mengatasi Runtime Error pada Windows Explorer

Terkadang saat kita sedang sibuk berkutat dengan windows explorer baik ketika sedang mengcopy data atau melihat-lihat isi folder-folder kita, tiba-tiba muncul eror sehingga windows explorer terpaksa ditutup. Hal ini tentu menjengkelkan apalagi jika kita sedang mengcopy file besar.

Error ini sebenarnya terjadi karena bug pada addon Internet Explorer. Untuk mengatasi bug ini sebenarnya cukup mudah. Pertama-tama, jalankan Internet Explorer. Pilih menu Tools dan masuk ke Manage Add-ons. Cari add-ons FDMIECookiesBHO Class dan disable add-ons itu. Setelah itu tekan ok, lalu tutup semua Windows dan Internet Explorer untuk me’restart’ software tersebut.

Published in: on at 3:29 am Leave a Comment

Mencari Uang Lewat Internet

Dunia internet bukan saja menawarkan informasi dan berita terkini, tapi juga menawarkan keuntungan finansial bagi yang tahu bagaimana memanfaatkan media ini untuk menghasilkan uang. Bagaimana dan seberapa besar keuntungan yang bisa dicapai lewat media ini? Simak lebih lanjut.

Kalau bicara mencari uang di internet, siapa saja bisa melakukannya dan sangat tergantung seberapa keseriusan orang yang ingin mendapatkan uang tersebut dan juga jumlah yang akan dihasilkan. Internet sendiri merupakan media yang dapat dikatakan cukup mudah untuk menghasilkan uang bagi mereka yang mengerti karena banyak sekali peluang untuk itu dan akan semakin bertambah dari hari ke hari. Situs yang ditujukan untuk komersial atau menghasilkan uang sendiri juga sangat banyak di internet saat ini dan bahkan ada situs yang memang dirancang khusus untuk itu.

Berikut kami sajikan beberapa cara yang biasanya dilakukan oleh netter untuk mendapatkan uang di internet:

1. Membuat situs untuk iklan, afiliasi dan promosi serta marketing online

Cara ini bisa dibilang paling efektif dalam mencari uang di internet dan bebas resiko karena netter hanya butuh situs baik yang gratis ataupun yang bayar sebagai media gratis 24 jam untuk menampilkan iklan seperti Google Adsense atau menjadikan situsnya sebagai afiliasi untuk promosi penjualan barang dari situs lainnya seperti afiliasi dengan Amazon (situs penjualan buku) di mana netter bisa mendapatkan komisi dari setiap buku yang dibeli oleh netter lainnya yang masuk lewat link dari situs.

Kelebihan: bebas resiko dan mudah dilakukan
Kekurangan: netter butuh waktu untuk membuat situs dan butuh pengetahuan untuk itu serta harus sering meng-update situs supaya sering dikunjungi netter lainnya
Penghasilan: tergantung dari jumlah “hit” (netter yang mengunjungi situs) per hari
Contoh situs: adsense.comamazon.com
Artikel terkait: 10 Tips & Trik Google Adsense Bagi Pemula

2. Menjadi internet trader

Cara ini juga cukup efektif bagi yang rajin dan yang hobi belajar trading mata uang (Forex) karena kalau netter sampai menjadi seorang ahli trading, penghasilan yang di dapat juga bisa sangat tinggi dan bisa mendapat ratusan hingga puluhan ribu dollar per-minggu atau per-bulan. Selain media ini gratis, saat ini banyak media yang menyediakan trading gratis untuk belajar juga dan bahkan bisa mendapatkan uang gratis untuk trading sesungguhnya seperti di Marketiva.

Kelebihan: menjanjikan keuntungan finansial yang sangat besar dan untuk pemula tidak perlu modal awal
Kekurangan: butuh waktu untuk belajar dan pengalaman untuk menjadi ahli trading
Penghasilan: tergantung seberapa rajin anda belajar dan kepintaran anda dalam ber-trading. Seorang ahli trading rata-rata bisa mendapatkan profit ribuan hingga ratusan ribu dollar per-minggu
Contoh situs: marketiva.com
Artikel terkait: Internet Trader GRATIS + INCOME Ribuan DollarInfo Forex Trading Untuk Pemula

3. Menjadi domain parking

Kalau menjadi domain parking, sebaiknya netter harus keluar modal untuk membeli domain (.com / .net / .org), jangan cari domain yang gratisan karena hanya akan membuang waktu percuma. Untuk membeli domain, salah satunya bisa di RumahWeb – Netter cukup hosting hanya dengan space minimal saja (1MB hingga 10MB). Setelah mendapatkan domain yang didaftarkan, netter sebaiknya update situsnya terlebih dahulu, isikan dengan konten yang menarik dan sesuaikan dengan topik dari situs, supaya masuk dalam kategori pencarian Google & Yahoo.

Setelah kira-kira 1 – 2 bulan atau lebih, baru netter ‘parkirkan’ domain tersebut di salah satu situs parkir seperti Sedo atau NameDrive. Situs inilah yang akan membayar kita dengan dollar, karena domain yang kita parkir akan dijadikan promosi iklan oleh mereka. Selain itu kita bisa menjual situs yang kita parkir tersebut kepada penawar (bidder) terbesar.

Kelebihan: bisa menghasilkan uang tidak terbatas atau dalam jumlah yang besar
Kekurangan: butuh waktu untuk promosi situs dan butuh biaya yang lumayan pada awalnya

4. Ber-investasi online

Cara ini mengandung resiko (bisa rugi) dan butuh modal awal untuk bisa mendapatkan profit. Untuk berinvestasi online sendiri juga butuh waktu belajar, pengalaman dan harus mengikuti ketentuan investasi baru bisa menikmati profit pada akhirnya. Banyak netter di luar negeri yang hidup dari investasi online ini dan biasanya mereka yang sudah lama berkecimpung atau yang sudah berpengalaman di bidang ini.

Kelebihan: cara yang mudah untuk mendapatkan keuntungan karena tidak membutuhkan keahlian apapun asal punya modal
Kekurangan: berpotensi rugi (kehilangan modal) kalau tidak hati-hati dalam berinvestasi karena banyak investasi yang menipu atau gagal bayar bahkan bangkrut karena salah kelola atau salah manajemen
Penghasilan: bervariatif tergantung dari nilai modal investasi dan profit yang dijanjikan
Contoh situs: hyipxfile.comketok.com/info
Artikel terkait: Seluk Beluk HYIP (Investasi Bunga Tinggi) Untuk PemulaTips Penting Sebelum Memulai Investasi di Bidang Keuangan

5. Dibayar untuk beraktifitas di internet

Cara ini juga bisa dikatakan sangat mudah tapi bisa menghabiskan waktu yang sangat banyak sedangkan profit yang didapat biasanya jumlahnya sedikit dan baru dibayar setelah mencapai jumlah tertentu yang biasanya baru bisa didapat setelah berbulan-bulan. Cara ini biasanya dilakukan oleh netter dengan mendaftarkan diri mereka untuk ikut program membaca e-mail iklan, klik iklan, surfing di internet, posting berita atau blog, memakai search engine yang semuanya biasanya ditawarkan gratis

Kelebihan: termasuk cara mudah juga untuk mendapatkan uang dan tidak memerlukan modal awal berupa uang
Kekurangan: cara ini memerlukan waktu yang cukup banyak dan pada umumnya cukup membuang waktu, belum lagi kalau ada program yang tidak membayar
Penghasilan: tidak efektif dan jumlah uang yang dihasilkan biasanya sangat kecil
Contoh situs: mylot.com

6. Jualan produk, barang dan jasa lewat internet (e-commerce)

Cara ini biasanya dilakukan oleh netter yang mempunyai produk, barang dan jasa yang nilainya bisa menjual dan menghasilkan uang. Mereka biasanya membuat situs yang bisa mendukung dan memberikan informasi tentang apa yang akan dijual mereka.

Kelebihan: termasuk cara efektif untuk menghasilkan uang lewat penjualan online dan promosi produk sekaligus
Kekurangan: butuh produk, barang dan jasa serta modal, pengetahuan mengelola situs dan juga sekuriti untuk situs
Penghasilan: bervariatif tergantung dari nilai produk, barang dan jasa serta daya dan jumlah pembeli dari pengunjung situs
Contoh situs: bhineka.com

Kesimpulan

Kalau seorang netter bisa memanfaatkan 3 dari 5 cara di atas secara efektif, saya yakin dia akan bisa memperoleh jumlah finansial yang memadai dan jumlahnya akan makin bertambah dari hari ke hari. Memang masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang atau netter untuk bisa mendapatkan uang dan kelima cara di atas hanya mewakili cara yang pada umumnya dilakukan oleh orang atau netter untuk mendapatkan uang di internet.

Modal utama anda sebenarnya cuma butuh komputer yang terkoneksi ke internet untuk bisa menghasilkan uang walau beberapa cara di atas juga memerlukan modal awal untuk supaya bisa memulainya. Kecepatan koneksi mungkin juga akan sangat berpengaruh dalam beberapa hal untuk bisa memperlancar usaha anda untuk mendapatkan uang di internet.

Selama mencoba!

Penulis: Erwin

Published in: on at 3:16 am Leave a Comment

Nelpon Gratis Dari Internet Ke Rumah

Freecall.com berikan layanan telepon internet dan gratis dengan batasan waktu tertentu. Batas setiap member dengan 300 menit setiap minggu untuk berbicara melalui software dari freecall.com.

Dibawah ini beberapa negara yang diberikan layanan gratis untuk menelpon teman atau keluarga diluar negeri :

Argentina free*
Australia free*
Austria free*
Belgium free*
Canada free*
Czech Republic free*
Denmark free*
France free*
Germany free*
Hong Kong (+mobile) free*
Hungary free*
Ireland free*
Italy free*
Luxembourg free*
Malaysia free*
Netherlands free*
New Zealand free*
Norway free*
Poland free*
Portugal free*
Puerto Rico (+mobile) free*
Russian Federation free*
Singapore free*
Slovenia free*
South Korea free*
Spain free*
Sweden free*
Switzerland free*
Taiwan free*
United Kingdom free*
United States (+mobile) free*

Max 300 minutes per week of free calls, measured over the last 7 days and per unique IP address

Published in: on at 3:12 am Leave a Comment

Mengelola e-mail

E-mail telah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap netter yang berkecimpung di dunia maya. Selain kegunaan untuk meregister layanan di internet, e-mail juga digunakan untuk mengirim info dan berita kepada netter lainnya. Untuk itu dibutuhkan cara yang efektif untuk mengelola e-mail secara professional…

Ingin jadi profesional dalam mengelola email, khususnya untuk urusan bisnis dan pekerjan? Berikut tip dan triknya seperti dikutip dari WikiHow:

1. Ikutilah tata krama dalam mengirim email, khususnya jika email itu penting. Buatlah pesan secara singkat, terfokus dan jelas. Hargai penerima email Anda dengan ucapan sapaan hormat semacam ‘terima kasih’ dan sebagainya. Buatlah pula subyek email dengan jelas.

2. Hati-hati, jangan sampai mengirim email pada orang yang salah. Teliti selalu sebelum mengirim email penting.

3. Jangan hanya memakai 1 alamat email untuk segala urusan. Bagi-bagi alamat email Anda untuk urusan bisnis, pertemanan, mailing list dan sebagainya agar tidak menimbulkan kebingungan karena banjir email.

4. Mengecek seluruh akun email mungkin akan terlalu menyita waktu. Solusinya, Anda bisa memakai software gratis seperti ePrompter. Software ini bisa otomatis mengumumkan email yang masuk pada pengguna serta mengorganisir email.

5. Jangan tekan tombol ‘kirim’ terlalu cepat. Baca ulang email Anda untuk meminimalisir kesalahan seperti salah ketik atau salah kata. Terlalu banyak kesalahan dalam email bisa mempengaruhi persepsi penerima bahwa Anda ceroboh dan tidak menghargai sang penerima pesan.

6. Seringkali Anda lupa bahwa Anda perlu mencantumkan ‘attachment’. Untuk itu, pastikan ‘attachment’ jangan sampai ketinggalan. -

source:detik

Published in: on at 3:08 am Leave a Comment

Pelaku Pembunuhan Mutilasi Akan Dikirim ke RSJ

Pelaku pembunuhan terhadap Ustad Eman (65), seorang guru ngaji Warga Kp Cigeol RT 03/01 Desa Sukamanah, Kec Bojong, Kab Purwakarta, tewas mengenaskan, Selasa (8/4) kemarin. akan dikirim kerumah Sakit Jiwa (RSJ) Bogor, demikian dikatakan Kapolres Purwakarta AKBP Sufyan Syarif didampingi oleh Kasatreskrim AKP. Iwan Ridwan kepada wartawan di Mapolres Purwakarta Kamis (10/4), kemarin.

Dugaan tekanan jiwa tersebut menurut Kapolres berdasarkan hasil pemeriksaan yang dibantu oleh fsikiater. “Kita telah lakukan pemeriksaan maksimal dari semua keterangan yang diperoleh dari tersangka tidak membuahkan hasil lalu tersangka tidak dapat memberikan keterangan hasil pemeriksaan dari setiap pertanyaan yang dilakukan,”terang kapolres.

Selanjutnya, hasil keterangan dari pihak fsikiter sebagai rujukan pihak Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA), agar tersangka dibawa ke rumah sakit jiwa. Maka kami meyimpulkan bahwa Dani Pelaku Pembunuhan terhadap Ustad Eman tersebut untuk sementara dari dugaan mengalami tekanan jiwa alias sakit jiwa.

Dari pemberitaan sebelumnya, Eman guru ngaji dan juga penjaga Villa tersebut telah menjadi korban mutilasi korban mengalami meninggal dalam keadaan tanpa kepala, selain itu pangkal lengan kanan putus, serta perut robek hingga usus terburai ke luar.

Mayat korban ditemukan di dalam sebuah mushola kecil dengan posisi terlentang mengarah ke utara. dari leher dan tangan yang putus terus-menerus tak hentinya menyemburkan darah segar hingga membanjiri lantai di lokasi Mushola. Sehingga Pakaian yang dikenakanaya kemeja lengan panjang dan celana panjang cokelat telah berubah warna menjadi merah berlumuran darah.

Badan dan Kepala terpisah dari raga ditemukan berada didalam sumur sekitar 15 meter dari mushola. akhirnya saat itu juga anggota polisi menemukan sesuatu yang janggal. bersamaan dengan itu, salah seorang warga bernama Dani (22) tengah mencuci sebilah golok dari noda darah yang menempel. Akhinya kecuriga pun muncul bahwa dialah pelakunya, sat itupun Dani langsung disergap dan diborgol para anggota polisi yang melihatnya. untuk diamankan sementara di Mapolsek yang tidak begitu jauh dari TKP guna menghindari amuk massa yang berada dilokasi tersebut.

Published in: on at 2:44 am Leave a Comment

Mayat Tanpa Kepala

Sesosok mayat tanpa kepala ditemukan seorang warga telah tergeletak bersimbah darah di sebuah mushola kecil di Kampung Rancasuni RT03/01 Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Selasa (8/4) siang sekitar pukul 12.00. Penemuan itu langsung membuat gempar warga setempat.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan bahwa mayat tanpa kepala tersebut pertama kali ditemukan oleh Lily Mulyadi, warga setempat. Saat itu Lily bermaksud hendak shalat dzuhur di mushola tersebut. Lily pun mengurungkan niatnya dan bergegas memukul kentongan.

Warga pun berdatangan ke mushola tersebut.. Mereka terkejut mendapati tubuh korban bersimbah darah tanpa kepala. Korban yang masih mengenakan pakaian lengkap itu mengalami luka robek di bagian perutnya hingga ususnya terburai.

Sebagian warga selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Bojong, Purwakarta yang terletak tak jauh dari lokasi kejadian. Warga pun curiga mendapati banyaknya ceceran darah. Ceceran darah itu mengarah ke kamar mandi di lingkungan mushola itu. Warga pun segera menelusuri arah ceceran darah itu.

Rupanya, di kamar mandi lingkungan mushola itu warga mendapati seorang pemuda setempat tengah mencuci golok yang berlumur darah. Warga pun segera mengamankan pemuda yang diketahui bernama Danni itu. Bersama aparat polisi setempat, pemuda usia 22 tahun itu, kemudian digiring ke kantor Mapolsek Bojong sebelum akhirnya ditahan di Mapolres Purwakarta.

Published in: on at 2:39 am Leave a Comment

Sejarah Purwakarta

  • SEBELUM MASA PENJAJAHAN

    TATA PEMERINTAHAN DAERAH PADA MASA SEBELUM PENJAJAHAN BELANDA

    Keberadaan Purwakarta tidak terlepas dari sejarah perjuangan melawan pasukan VOC. Sekitar awal abad ke-17 Sultan Mataram mengirimkan pasukan tentara yang dipimpin oleh Bupati Surabaya ke Jawa Barat. Salah satu tujuannya adalah untuk menundukkan Sultan Banten. Tetapi dalam perjalanannya bentrok dengan pasukan VOC sehingga terpaksa mengundurkan diri.

    Setelah itu dikirimkan kembali ekspedisi kedua dari Pasukan Mataram di bawah pimpinan Dipati Ukur serta mengalami nasib yang sama pula. Untuk menghambat perluasan wilayah kekuasaan kompeni (VOC), Sultan Mataram mengutus Penembahan Galuh (Ciamis) bernama R.A.A. Wirasuta yang bergelar Adipati Panatayuda atau Adipati Kertabumi III untuk menduduki Rangkas Sumedang (Sebelah Timur Citarum). Selain itu juga mendirikan benteng pertahanan di Tanjungpura, Adiarsa, Parakansapi dan Kuta Tandingan. Setelah mendirikan benteng tersebut Adipati Kertabumi III kemudian kembali ke Galuh dan wafat. Nama Rangkas Sumedang itu sendiri berubah menjadi Karawang karena kondisi daerahnya berawa-rawa (Sunda: “Karawaan”).

    Sultan Agung Mataram kemudian mengangkat putera Adipati Kertabumi III, yakni Adipati Kertabumi IV menjadi Dalem (Bupati) di Karawang, pada Tahun 1656. Adipati Kertabumi IV ini juga dikenal sebagai Panembahan Singaperbangsa atau Eyang Manggung, dengan ibu kota di Udug-udug.
    Pada masa pemerintahan R. Anom Wirasuta putera Panembahan Singaperbangsa yang bergelar R.A.A. Panatayuda I antara Tahun 1679 dan 1721 ibu kota Karawang dari Udug-udug pindah ke Karawang, dengan daerah kekuasaan meliputi wilayah antara Cihoe (Cibarusah) dan Cipunagara. Pemerintahan Kabupaten Karawang berakhir sekitar tahun 1811-1816 sebagai akibat dari peralihan penguasaan Hindia-Belanda dari Pemerintahan Belanda kepada Pemerintahan Inggris.

  • MASA PENJAJAHAN

    TATA PEMERINTAHAN DAERAH PADA MASA PENJAJAHAN BELANDA

    Antara tahun 1819-1826 Pemerintahan Belanda melepaskan diri dari Pemerintahan Inggris yang ditandai dengan upaya pengembalian kewenangan dari para Bupati kepada Gubernur Jendral Van der Capellen. Dengan demikian Kabupaten Karawang dihidupkan kembali sekitar tahun 1820, meliputi wilayah tanah yang terletak di sebelah Timur kali Citarum/Cibeet dan sebelah Barat kali Cipunagara. Dalam hal ini kecuali Onder Distrik Gandasoli, sekarang Kecamatan Plered pada waktu itu termasuk Kabupaten Bandung. Sebagai Bupati I Kabupaten Karawang yang dihidupkan kembali diangkat R.A.A. Surianata dari Bogor dengan gelar Dalem Santri yang kemudian memilih ibu kota Kabupaten di Wanayasa.

    Pada masa pemerintahan Bupati R.A. Suriawinata atau Dalem Sholawat, pada tahun 1830 ibu kota dipindahkan dari Wanayasa ke Sindangkasih, yang kemudian diberi nama “PURWAKARTA” yang artinya Purwa: permulaan, karta: ramai/hidup. Diresmikan berdasarkan besluit (surat keputusan) pemerintah kolonial tanggal 20 Juli 1831 nomor 2.

    Pembangunan dimulai antara lain dengan pengurugan rawa-rawa untuk pembuatan Situ Buleud, Pembuatan Gedung Keresidenan, Pendopo, Mesjid Agung, Tangsi Tentara di Ceplak, termasuk membuat Solokan Gede, Sawah Lega dan Situ Kamojing. Pembangunan terus berlanjut sampai pemerintahan Bupati berikutnya.

  • PASCA KEMERDEKAAN

    PEMBAGIAN WILAYAH PEMERINTAHAN DARI TAHUN 1945-1999

    Kabupaten Karawang dengan ibu kotanya di Purwakarta berjalan sampai dengan tahun 1949. Pada tanggal 29 Januari 1949 dengan Surat Keputusan Wali Negeri Pasundan Nomor 12, Kabuapten Karawang dipecah dua yakni Karawang Bagian Timur menjadi Kabupaten Purwakarta dengan ibu kota di Subang dan Karawang Bagian Barat menjadi Kabupaten Karawang. Berdasarkan Undang-undang nomor 14 tahun 1950, tentang pembentukan daerah kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Barat, selanjutnya diatur penetapan Kabupaten Purwakarta, dengan ibu kota Purwakarta, yang meliputi Kewedanaan Subang, Sagalaherang, Pamanukan, Ciasem dan Purwakarta.

    Pada tahun 1968, berdasarkan Undang-undang No. 4 tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang SK Wali Negeri Pasundan dirubah dan ditetapkan Pembentukan Kabupaten Purwakarta dengan Wilayah Kewedanaan Purwakarta di tambah dengan masing-masing dua desa dari Kabupaten Karawang dan Cianjur. Sehingga pada tahun 1968 Kabuapten Purwakarta hanya memiliki 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Purwakarta, Plered, Wanayasa dan Campaka dengan jumlah desa sebanyak 70 desa. Untuk selanjutnya dilaksanakan penataan wilayah desa, kelurahan, pembentukan kemantren dan peningkatan status kemantren menjadi kecamatan yang mandiri. Maka saat itu Kabupaten Purwakarta memiliki wilayah: 183 desa, 9 kelurahan, 8 kamantren dan 11 kecamatan.

    Berdasarkan perkembangan Kabupaten Purwakarta, pada tahun 1989 telah dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 821.26-672 tanggal 29 Agustus 1989 tentang lahirnya lembaga baru yang bernama Wilayah Kerja Pembantu Bupati Purwakarta Wilayah Purwakarta yang meliputi Wilayah Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Campaka, Perwakilan Kecamatan Cibungur yang pusat kedudukan Pembantu Bupati Purwakarta berada di Purwakarta. Sedangkan wilayah kerja Pembantu Bupati Wilayah Plered meliputi wilayah Kecamatan Plered, Kecamatan Darangdan, Kecamatan Tegalwaru, Kecamatan Maniis, Kecamatan Sukatani yang pusat kedudukan Pembantu Bupati Purwakarta berada di Plered. Wilayah kerja Pembantu Bupati Wilayah Wanayasa yang meliputi Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Pasawahan, Kecamatan Bojong, Perwakilan Kecamatan Kiarapedes, Perwakilan Kecamatan Margasari, dan Perwakilan Kecamatan Parakansalam yang pusat kedudukan Pembantu Bupati Purwakarta Wilayah Wanayasa berada di Wanayasa yang telah diresmikan pada tangga 31 Januari 1990 oleh Wakil Gubernur Jawa Barat.
    Setelah diberlakukannya UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, serta dimulainya pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Purwakarta tepatnya pada tanggal 1 Januari 2001. Serta melalui Peraturan Daerah No. 22 tahun 2001, telah terjadi restrukturisasi organisasi pemerintahan di Kabupaten Purwakarta. Jumlah Dinas menjadi 18 Dinas, 3 Badan dan 3 Kantor serta Kecamatan berjumlah 17 buah, Kelurahan 9 buah dan desa 183 buah.

Published in: on at 2:26 am Leave a Comment

Jatiluhur

  • Bendungan Jatiluhur, merupakan sebuah karya besar bangsa Indonesia. Dibangun saat negeri ini baru merdeka dan belum bisa dikatakan mampu dalam segi finansial. Namun keberadaannya sangat diharapkan, termasuk menyediakan perbekalan air untuk kapal-kapal dagang asing yang bersandar di Tanjung Priok saat itu.

    Bangunan monomental itu kini terus diandalkan sebagai tandon utama untuk kebutuhan air kota Jakarta dan sekitarnya. Berikut sejarah keberadaannya termasuk tokoh-tokoh yang berperan dalam pembangunannya;

    BENDUNGAN Jatilubur yang dibangun pada sungai Citarum di daerah Kab. Purwakarta, Jawa Barat merupakan bangunan pengairan paling membanggakan bagi bangsa Indonesia. Bahkan bukan hanya membanggakan, melainkan juga luhur. Bendungan Jatiluhur dibangun tabun 1957 saat pemerintah RI belum bisa dikatakan mampu dalam segi financial. Bendungan ini mulai dioperasikan tahun 1967. Pemanfaatan utama mula-mula untuk pembangkit tenaga listrik, namun kemudian konsep pembangunannya diintegrasikan untuk pemanfaatan segala keperluan sektor-sektor yang menyangkut air.

    Membanggakan, karena pada awal pembangunannya kondisi keuangan negara saat itu yang baru memasuki era kemerdekaan sudah berhasil memulai proyek besar dengan SDM di bidang teknik yang juga masih sangat minim. Jadi, Jatiluhur merupakan proyek pengairan terbesar yang pernah dikerjakan bangsa ini dan ditangani langsung oleh teknisi-teknisi bangsa sendiri. Luhur, karena di sana terdapat bangunan-bangunan yang disimbolkan sebagai angka keramat bangsa Indonesia, yaitu 17-8-45. Ini merupakan kreasi seorang tokoh paling ber-peran dalam proyek ter-sebut, Prof. Dr. Ir. Sediyatmo.

    Pompa hidrolik yang terkenal dengan paten atas namanya, untuk Saluran Tarum Barat berjumlah 17 buah. Pilar pemegang pintu pengatur untuk meneruskan aliran ke daerah Walahar beserta menaranya, berjumlah 8 buah. Sedangkan angka 45 ditunjukkan pada pembangunan pompa-pompa listrik untuk Saluran Tarum Timur, agar lebih efisien dan efektif, dibuat miring 45 derajat.

    Harus Jatiluhur.

    Sebenarnya, ide untuk pengembangan sungai Citarum, salah satu sungai terbesar di Jawa Barat itu ada sejak tahun 1948. Ketika itu, Prof. Ir. W.J. van Blommestein, Kepala Perencanaan Jawatan Pengairan Belanda sudah membuat rencana pembangunan tiga waduk besar di sepanjang aliran sungai Citarum; Saguling, Citara dan Jatilubur. Meski kedatangan Belanda kembali ke Indonesia waktu itu, Jawatan Pengairan pemerintahan RI sendiri sudah ada. Namun belum bisa berbuat banyak, karena Dep. PU waktu itu hanya memiliki 15 orang insinyur. Meski plan itu sudah ada, namun Belanda tidak sempat mengembangkannya, keburu Jepang datang menggantikan posisinya sebagai penjajah.

    Gagasan untuk membangun sebuah bendungan di aliran sungai Citarum dirintis kembali pada era tahun 1950-an. Ir. Agus Prawiranatasebagai Kepala Jawatan Irigasi waktu itu mulai memikirkan pengembangan jaringan irigasi untuk mengantisipasi kecukupan beras dalam negeri. Ketika itu, Indonesia sudah menjadi negara – pengimport beras terbesar dunia. Namun untuk membangun bendungan dengan skala besar, ketika itu masih menjadi – bahan tertawaan -. “Wong duitnya saja belum ada, kok mau membangun bendungan besar, negara i’~i 1ca’~ baru saja merdelca,” kata Prof. DR. Ir. P.K. Haryasuclirja, orang yang dulunya banyak terlibat pembangunan bendungan Jatiluhur ini kepada Warta PERDESAAN belum lama ini. Dana PLN. Lalu ide ini dirembug bareng bersama Ir. Sedyatmo, yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Direksi Konstruksi Badan PembangLit Listrik Negara, Direktorat Jenderal Kete-nagaan, Departemen PUT. Kebetulan waktu itu PLN punya anggaran dan memang sedang berupaya mencari mengganti sumber daya listrik yang

    masih menggunakan minyak, karena memang mahal.Lalu, Ir. Sediyatma, menugaskan Ir. PC. Harjosudirdjo (sekarang; Prof. DR. Ir. P.K. Haryasudirja) ketika itu sebagai Asisten Kepala Direksi Konstruksi 13PLN, untuk merancang bendungan Jatiluhur ini. Mengapa

    harus Jatiluhur ? Padahal di aliran sungai Citarum kan ada plan untuk tiga buah bendungan (Saguling, Cirata dan Jatiluhur). Dipilihnya Jatilubur, menurut Prof. DR. Ir. P.K. Haryasudirja, yang ditemui baru- baru ini, alasannya Jatiluhur lebih dulu dibangun punya banyak I

    kelebihan. Baik dari segi keamanan, keperluan listrik, dan keperluan air lainnya. Aman, menurut Haryasudirja, karena sewakfu dilakukan pengL~-kuran di daerah Kiara Condong, Band~mg untuk rencana membangun bendungan di daerah paling hulu, yaitu Saguling banyak tenaga penguLuran yang tewas diserang gerombolan. Kemudian pengukural~ dilakukan pada daerah yang lebih hilir, yaitu untuk bendungan Cirata, hal sama juga dialami oleh para pelaksana lapangan. Kemudian, dipiliblah Jatilubur Selain lebih aman, bendungan ini juga dapat dimanfaatLan untuk memberi suplai air pada bendung Walahar yang sudah dibangun oleh Belanda untuk mengairi sawah seluas 80 ribu hektar, kbususnya untuk musim kemarau. Suplai Air ke Pelabuhan Hal penting yang juga menjadi pertimbangan saat itu, menurut Prof. DR. Ir. P.K. Haryasudilja, ketika itu sebagai Asisten Urusan Jatiluhur yang menanganai urusan perenca-naan maupun pelaksanaan pemba-

    ngunannya, adalah pertimbangan suplai air ke Jakarta. Ketika itu pelabuhan Tanjung Priok tak pernah disinggahi kapal-kapal asing, karena tidak cukup air untuk perbekalan kapal-kapal dagang itu. Sehingga kegiatan ekspor-import dari Tanjung Priok tersendat. Haryasudirja yang membuat spesifikasi bendungan Jatilubur, mengaku meniru gaya bendungan terbesar di dunia, yaitu bendungan Aswan di Mesir. Menggunakan konsultan dari Perancis yang sudah berpengalaman dalam membangun bendungan besar. Selain untuk pembangkit listrik dibangunnya Jatiluhur untuk mengairi irigasi persawahan daerah Jawa Barat seluas 240 ribu hektar. Namun kendala yang dihadapi ketika itu, harus meninggikan kembali air kucuran dari bendungan Jatiluhur bila digunakan untuk keperluan lain selain pembangkit listrik. Pasalnya Ir. P.C. Haryasudilja yang juga sebagai penentu desain dari waduk Jatiluhur, mencari tenaga yang sebesar-besarnya untuk membangkitkan turbin listrik. Listrik yang didapat memang cukup banyak, lalu bagaimana dengan air untuk pemanfaatan irigasi sawah ? Maka dibuat lagi bendung di daerah Curug. Untuk mengairi ke daerah timur terpaksa air dinaikkan dengan menggunakan pompa listrik. Namun untuk yang ke Barat, Prof.Ir. Sedyatmo telah merancang pompa yang juga menggunakan tenaga air, yang kemudian dikenal dengan nama “Pompa Sedyatmo” untuk menaikkan air ini ke saluran Tarum Barat, sepanjang 90 Km termasuk untuk air baku kota Jakarta dan sekitarnya. Integrasi. Luas daerah aliran Waduk Jatiluhur mencakup 4.500 km2. Dalam segi jaringan irigasi, tentu sangat spektakuler, membentang dari daerah Bandung sampai pantai utara

    pulau Jawa. Proyek Jatilibur juga men dem onstrasikan pen ginte gr asian beberapa sungai untuk suatu jaringan irigasi yang terpadu. Sungai-sungai penting itu diantaranya, Sungai Ciliwung, Sungai Bekasi, Sungai Cikarang, Sungai Cibeet, Sungai Citarum sebagai sumber air utama, Sungai Cilamaya, Sungai Ciasem, Sungai Cipunegara. Ada dua cara pengintegrasian. Pertama; yang diterapkan pada sungai-sungai Ciliwung, Bekasi, Cikarang dan Cipunegara, adalah dengan memasukkan aliran air dari Jatiluhur ke dalam sungai-sungai tersebut melalui Saluran Induk Tarum. Kemudian aliran sungai-sungai yang sudah ditambah debitnya itu disadap oleh saluran induk di bagian hilir melalui ben-dung-bendung yang dibangun pada sungai-sungai bersangLutan. Ada juga pada tempat-tempat tertentu aliran sungai-sungai tersebut langsung disadap untuk di-manfaathan. Cara 1cedua, seperti pada su-ngai-sungai Cibeet, Cilamaya dan Ci-asem, adalah dengan membuat

    bendung di hulu persilangan sungai-sungai itu dengan saluran induk dari Jatiluhur. Kemudian air dialirkan melalui saluran induk masing-masing untuk dimanfaatLall. Jaringan irigasi Jatilubur yang kemudian terbentuk meliputi delapan daerah irigasi. Yaitu Daera Irigasi (DI) Bekasi, DI Cikarang, Dl Cibeet, DI Tarum Tengall, Dl Cilamaya, DI Ciasem, DI Cipunegara, serta daerah irigasi yang langsung mendapat oncoran dari Saluran Induk Tarum Barat dan dari Saluran Induk Tarum Timur. Perlu dicatat untuk Daeral1 Irigasi Elekasi. Ini semula merupakan irigasi para tuan tanah. Sebuah bendung gerak yang dibangull di kota Elekasi dibangun untuk me-nyadap aliran Sungai Bekasi dan selanjutnya digunakan ulltuk m~-nyatukan jaringan irigasi tuan tanal1 tersebut menjadi satu jaringan irigasi teknis. Satu hal lagi yang s`~gat yerlting adalah, baLwa air baku untuk keperluan air minum bagi warga k~ ~ ~ Jakarta pun berasal dari jilri!l’,.U’ Waduk iatittlhUr, vaitt] ~i~latui

    sadapan di bendung gerak di kota Bekasi itu. Dari Komando Kembali ke Proyek. Masa pembangunan Proyek Jatiluhur juga unik, sebab sempat mengalami sembilan kali pergantian kabinet dari Kabinet Karya tabun 1957 sampai Kabinet Ampera tahun 1967. Pada masa Kabinet Dwikora 100 Menteri, pembangunan jaringan pengairan Jatiluhur sempat ditangani oleh dua bnah Komando, yaitu Komando Proyek Pengairan Induk Jatiluhur (KOPPINJAT), dan Ko-mando Proyek Pengairan Pelengkap Jatilubur (KOPPELJAT). KOPPINJAT menangani pem-bangunan Saluran Induk Timur sepanjang 67 km dan Saluran Induk Barat 70 km, serta bangunan-bangunan yang berada pada kedua saluran induk baik berupa syphon, bendung, dan lainnya. Sedangkan KOPPELJAT menangani pemba-ngunan di luar yang dikerjakan KOPPINJAT. Adanya dua komando tersebut barangkali merupakan pengalaman yang kurang efektif. Apalagi keduanya berada di bawah depar-temen yang berbeda. KOPPINJAT di bawah Departemen Pengairan Dasar,

    sedangkan KOPPELJAT berada di bawah Departemen Pengairan Rakyat. Namun akhirnya, karena perkembangan politik den terjadi kesulitan pada Departemen Pe-ngairan Rakyat, make KOPPELJAT pun dilimpaLkan yaitu Proyek Iri-gasi Jatiluhur PROpTeUr~jAaTIII,nan ~DD I. I t”t ail A Juror 1lgus sebaga1 pe-melihara seluruh

    fasilitas bangunannya. Sebagai waduk serbaguna, penerima manfaat terbesar air Waduk Jatilubur adalah para petani yang memanfaatkannya untuk irigasi. Meski pada mulanya BPLN yang membiayai pembangunan ben-dungan serba guna ini, namun pemanfaatan airnya pihak PLN kini juga dikenakan iuran terhadap penggunaan air tersebut. Juga pihak pemanfaat lainnya seperti pihak perusahaan air minum PAM Jaya. Wajar bila kepada mereka dikenakan “iuran” yang propor-sional guna melaksanakan usaha Operasi dan Pemeliharaan bagi Waduk Jatiluhur. Seirama dengan perkem-bangan jaman, baLkan saat ini Perum Otorita Jatiluhur semakin dimatangkan kinerjanya. Dan dibentuk menjadi Jasa Tirta II, agar upayanya dalam mengelola air untuk berbagai keperluan semakin profesional.

Published in: on at 2:26 am Leave a Comment

Obyek Wisata

OBYEK WISATA ALAM 1. Pariwisata Jatiluhur

    Obyek wisata Jatiluhur terletak 9 km dari kota Purwakarta, terkenal dengan Bendungan Ir. H. Juanda, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha. Bendungan ini mulai dibangun sejak tahun 1957, dapat menampung tidak kurang 3 milyar3 air Sungai Citarum dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Di dalamn Bendungan Ir. H. Juanda, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dan produksi tenaga listrik rata-rata 1000 juta kwh setiap tahun. Selain dari itu, memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir. Selain berfungsi sebagai PLTA dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperi hotel dan bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan, kolam renang, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air, playground dan fasilitas lainnya. Sarana olahraga dan rekreasi air misalnya mendayung, selancar angin, kapal pesiar, ski air, boating dan lainnya. Di perairan Danau Jatiluhur ini juga terdapat Budi daya Ikan Keramba Jaring Apung, yang menjadi daya tarik tersendiri. Di waktu siang atau dalam keheningan malam kita dapat memancing penuh ketenangan sambil menikmati ikan bakar. Dikawasan ini pula kita dapat melihat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola oleh PT. Indosat, sebagai alat komunikasi internasional. Jenis layanan yang disediakan antara lain international toll free service (ITFS), Indosat Calling Card (ICC), international direct dan lainnya. Terletak 7 km dari kota Purwakarta.

2. Pariwisata Danau Cirata

    Cirata, selain berfungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air, danau yang luasnya 62 km2 dan berketinggian maksimum 220 m di atas permukaan laut itu dikelilingi bukit. Proyek Induk Pembangkit Hidro Jawa Barat (Pikitdro Jabar) adalah Unit PLN yang menangani Proyek PLTA Cirata menghasilkan listrik 1008 MW dan dapat membangkitkan energi listrik rata-rata-rata sebesar 1.428 juta kilowatt/jam per tahun. Bila melakukan perjalanan dari kota Purwakarta melalui Plered kita akan tiba di Cirata dalam waktu kira-kira 40 menit dengan jarak sejauh 15 km. Dalam perjalanan itu kita akan melewati pusat perdagangan peuyuem Bendul dan makanan khas Purwakarta lainnya, dan kemudian kita akan lewat di Sentra Indutri Keramik Plered, juga dapat menikmati keindahan alam di sepanjang jalan Plered-Cirata. Daya tarik lainnya dari Danau Cirata ini adalah delapan buah turbin dan gedung sentral/Power House 4 lantai berada di terowongan bawah tanah, yang pengoperasiannya dikendalikan dari ruang kontrol Switchyard berjarak ± 2 km dari mesin-mesin pembangkit yang terletak di Power House. Danau ini sangat berpotensi untuk melakukan pengembangan perikanan, ini terbukti berdasarkan hasil sensus tahun 1999 terdapat 27.906 petak kolam jaring apung (KJA). Perikanan keramba ini berlokasi di Kecamatan Maniis, 17 km dari kota Purwakarta.

3. Situ Wanayasa

    Wanayasa terletak 23 km dari kota Purwakarta, dengan udara yang sejuk berlatar belakang gunung Burangrang, sehingga Situ Wanayasa yang luasnya 7 ha begitu menyatu dengan alam. Situ Wanayasa dan sekitarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi Taman Rekreasi dan Desa Wisata. Sekitar 8 km dari Situ Wanayasa terdapat sumber air panas Ciracas yang berlokasi di tengah hamparan persawahan yang indah dengan udara yang sejuk. Potensi obyek wisata Sumber Air Panas Ciracas dapat dikembangkan berbagai fasilitas antara lain hotel, bungalow, kolam renang dan sarana rekrasi lainnya. Selain itu terdapat air terjun Curug Cipurut yang merupakan suatu tempat yang nyaman untuk rekrasi baik hiking maupun camping ground. Menuju lokasi Curug Cipurut, ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang ± 3 km ke arah Selatan kota Wanayasa. Selain dari itu kita dapat melakukan agro wisata di Wanayasa, karena dengan kesejukan udara dan hamparan panorama alam yang indah dari perkebunan teh, manggis dan perkebunan pala, kita sekeluarga dapat melakukan kegiatan `garden party’ sambil menimati makanan khas dengan pala, maranggi dan memetik buah mnggis. Obyek-obyek wisata ini, menanti pengembangan dari pihak investor.

4. Situ Buleud

    Situ Buleud (bundar) luasnya 4 ha terletak di tengah kota dengan latar belakang gedung kuno Kresidenan. Konon menurut cerita, Situ Buleud tempo dulu merupakan tempat “pangguyangan” (mandi) binatang Badak sewaktu Purwakarta dulu masih hutan belantara, dan kemudian oleh pemerintah kolonial Belanda dijadikan sebagai tempat peristirahatan pelepas lelah sehabis bekerja. Situ Buleud dirintis pembangunannya sekitar tahun 1830 oleh RA. Suriawinata, pendiri cikal bakal kota Purwakarta. Kini obyek wisata Situ Buleud menjadi tempat rekreasi dan olah raga penduduk Purwakarta. Di masa yang akan datang diharapkan Situ Buleud menjadi Taman Kota yang indah, sebagai paru-paru kota dan obyek wisata. Untuk itu diharapkan ada investor yang akan menanamkan modalnya disini.

OBYEK WISATA BUDAYA 1. Gedung Negara

    Gedung Negara yang dibangun semasa zaman kolonial Belanda tahun 1854 dengan gaya arsitektur Eropa, kini berdiri megah sebagai Kantor Bupati Kabupaten Purwakarta, tepatnya di Jalan Gandanegara No.25. Disamping gedung ini arsitekturnya antik, juga memiliki nilai sejarah perjuangan bagi masyarakat Purwakarta, baik di masa Pemerintahan kolonial Belanda maupun Pemerintahan Jepang.

2. Gedung Kresidenan

    Gedung kuno kresidenan dengan arsitektur Eropa yang antik, kini terpelihara dengan baik dan diperkirakan dibangun tahun 1854 semasa pemerintahan kolonial Belanda. Kini Gedung kuno tersebut menjadi Kantor Badan Koordinasi Wilayah IV Purwakarta dan terletak di Jalan KK. Singawinata.

3. Mesjid Agung Purwakarta

    Di samping Gedung Negara terdapat Mesjid Agung yang dibangun pada zaman kolonial Belanda pada tahun 1826 M. Atas dorongan dan keinginan masyarakat Purwakarta, Bupati Purwakarta Bapak Drs. H. Bunyamin Dudih, SH, menjadi Ketua Panitia Pembangunan Mesjid Agung Purwakarta. Pada tanggal 25 Juli 1993 mulai dipugar dengan tetap mempertahankan bentuk asli dan nilai sejarahnya. Kemudian Mesjid Agung Purwakarta diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat pada tanggal 16 Januari 1995.

4. Sentra Pembuatan Keramik Plered

    Pembuatan keramik Plered berlangsung turun temurun diperkirakan sejak tahun 1904, sehingga menghasilkan mutu keramik yang baik dan diekspor antara lain ke Jepang, Belanda, Thailand, Singapura dan negara-negara lainnya. Jenis keramik Plered adalah gerabah, terakota dan porselen. Jumlah pengusaha keramik Plered kira-kira 80 unit usaha.Terletak di Desa anjun, 13 km dari kota Purwakarta.

5. Industri Kain Songket

    Kain Songket Purwakarta diproduksi sejak tahun 1956 oleh PT Sinar, terletak di dalam kota Purwakarta. Jenis kain songket antara lain songket Parahyangan `Tjitraresmi’, sarung tenun dan taplak meja, Dayang Sumbu dan lainnya, diekspor ke Brunai dan untuk konsumsi dalam negeri dengan produksi rata-rata 60.250 potong per-tahun.

6. Kesenian Daerah

    Kesenian Buncis dan Domyak merupakan kesenian khas Purwakarta, terdapat pula jenis kesenian wayang golek, celempungan, tari-tarian, degung, ketuk tilu, jaipongan, tungbrung, reog, calung dan kesenian-kesenian daerah lainnya.

7. Makanan Khas dan Cinderamata

    Simping, Peuyeum Bendul, gula Cikeris, manisan pala, the hijau, colenak, sate maranggi, opak dan lainnya. Cinderamata bagi kenang-kenangan kunjungan anda antara lain keramik Plered, kain Songket, wayang golek, kerajinan bambu, dan lain-lainnya.

WISATA ZIARAH Tokoh Islam yang mewarnai sejarah Purwakarta, dapat ditelusuri melalui tempat ziarah, yaitu: 1. Makam RA. Suriawinata

    Makam pendiri kota Purwakarta, yaitu R. Aria Suriawinata yang meninggal tahun 1827, beliau Bupati Karawang yang ke-9, letaknya di tengah-tengan Situ Wanayasa, 25 km dari Kota Purwakarta.

2. Makam Keramat Baing Yusuf

    Terletak di belakang Mesjid Agung Purwakarta, yang meninggal pada tahun 1856. beliau seorang tokoh agama Islam yang disegani sehingga banyak yang melakukan ziarah ke makamnya.

3. Makam Keramat Sempur

    Makam keramat Sempur adalah Makam Mama Sempur, seorang tokoh agama Islam yang disegani dan terkemuka, sehingga sekarang banyak pengunjung berziarah ke makam tersebut. Letaknya di Sempur-Plered, 14 km dari kota Purwakarta.
Published in: on at 2:24 am Leave a Comment