Hade Ungguli Dai di Purwakarta (36,6% )

Pemilihan Gubernur Jabar priode 2008-2013 pasangan H. Ahmad Heryawan – H. Dede Yusuf (Hade), menduduki urutan pertama dalam pengumpulan suara, disusul pasangan H. Danny Setiawan – Mayjen TNI (Purn) Iwan R. Sulanjana (Da’i) dan pada urutan terakhir pasanganan Jend. TNI (Purn) Agum Gumelar – Drs Nu’man Abdul Hakim (Agum). jumlah tersebut dapat dilihat setelah diterimanya laporan dari masing-masing kecamatan (17 kecamatan) yang ada di Kabupaten Purwakarta.Padahal Purwakarta merupakan tanah kelahiran dari Danny Setiawan( Incumbent ).

Hal ini disampaiakan Yusuf Maulana SH, Kabag Hukum dan Humas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta Senin (14/4) , menurutnya pasangan Hade unggul dipurwakarta hanya terpaut tipis dari pasangan Da’i yaitu sekitar 0,11persen saja. Dari data hasil pemilih yang melakukan pencoblosan di Purwakarta perolehan suara Hade 110.389 suara, Da’i 110.068 suara dan Agum hanya 77.061 suara.

Sebanyak 590.037 orang Data Pemilih Tetap (DPT) dipurwakarta yang melakukan pencoblosan untuk sementara jumlah sebanyak 306.153 suara. Suara yang sah 297.518 dan tidak sah 8.635 orang, sekitar 53 % masyarakat yang melakukan pencoblosan ke datang ke TPS pada hari H,”terang yusup.

“Jadi kalau kita hitung tingkat partisipasi masyarakat dalam pilgub Jabar dipurwakarta hanya 53.43%, dengan prosentase suara sah 51,92 % serta prosentase suara tidak sah 1,51 %,” hal ini menunjukan animo masyarakat dalam pemilihan gubernur di Jawab kemarin kurang dibandingkan dengan Pilkada antusias para pemilih datang memberikan hak pilihnya sebanyak 70,22 %.

Sementara itu ditempat yang sama dengan menangnya figur muda dalam pilkada Jabar kemarin, Raki Barliana Wakil Ketua OKK DPC Partai Hanura Purwakarta mengatakan, Penomena baru terhadap perjalanan politik di indonesia terhadap yang harus disikapi oleh para tokoh politik hkhususnya kepada para senior. Dengan munculnya tokoh muda sebagai pemenag ini merupakan gebrakan dalam perjalan percaya dan tidaknya terhadap seorang figur yang ditampilkan menjadi sosok pemimpin.

“Masuk akal karena selama ini figur yang sudah-sudah para “Senior” selama ini belum dapat menunjukan keberhasilan yang menonjol maka, wajar masyarakat mengagap bahwa dalam perjalananya baik itu pemabngunan atau hal lainnya belum dapat menunjukan hasil atau perubahan,”tuturnya.

Prestasi pasangan Hade sangat luar biasa pasangan yang hanya didukung oleh oleh dua partai menengah dan tidak diunggulkan justru menjadi pemenang,” hal ini suatu prestasi yang luar biasa, Dinamika dalam politik di Purwakarta khususnya untuk jabar menghendaki repormasi kepemimpinan muda sebagai figur. disamping itu imbar yang kental untuk di kabupaten Purwakarta berpengaruhnya Pilkada Purwakarta 2008 kemarin.seraya menambahkan, hal ini merupakan pembelajaran terhadap kita khusunya di purwakarta yang dapat dijual adalah figur,”terangnya.

Published in: on April 14, 2008 at 2:29 pm Leave a Comment

Pelaku Pembunuhan Mutilasi Akan Dikirim ke RSJ

Pelaku pembunuhan terhadap Ustad Eman (65), seorang guru ngaji Warga Kp Cigeol RT 03/01 Desa Sukamanah, Kec Bojong, Kab Purwakarta, tewas mengenaskan, Selasa (8/4) kemarin. akan dikirim kerumah Sakit Jiwa (RSJ) Bogor, demikian dikatakan Kapolres Purwakarta AKBP Sufyan Syarif didampingi oleh Kasatreskrim AKP. Iwan Ridwan kepada wartawan di Mapolres Purwakarta Kamis (10/4), kemarin.

Dugaan tekanan jiwa tersebut menurut Kapolres berdasarkan hasil pemeriksaan yang dibantu oleh fsikiater. “Kita telah lakukan pemeriksaan maksimal dari semua keterangan yang diperoleh dari tersangka tidak membuahkan hasil lalu tersangka tidak dapat memberikan keterangan hasil pemeriksaan dari setiap pertanyaan yang dilakukan,”terang kapolres.

Selanjutnya, hasil keterangan dari pihak fsikiter sebagai rujukan pihak Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA), agar tersangka dibawa ke rumah sakit jiwa. Maka kami meyimpulkan bahwa Dani Pelaku Pembunuhan terhadap Ustad Eman tersebut untuk sementara dari dugaan mengalami tekanan jiwa alias sakit jiwa.

Dari pemberitaan sebelumnya, Eman guru ngaji dan juga penjaga Villa tersebut telah menjadi korban mutilasi korban mengalami meninggal dalam keadaan tanpa kepala, selain itu pangkal lengan kanan putus, serta perut robek hingga usus terburai ke luar.

Mayat korban ditemukan di dalam sebuah mushola kecil dengan posisi terlentang mengarah ke utara. dari leher dan tangan yang putus terus-menerus tak hentinya menyemburkan darah segar hingga membanjiri lantai di lokasi Mushola. Sehingga Pakaian yang dikenakanaya kemeja lengan panjang dan celana panjang cokelat telah berubah warna menjadi merah berlumuran darah.

Badan dan Kepala terpisah dari raga ditemukan berada didalam sumur sekitar 15 meter dari mushola. akhirnya saat itu juga anggota polisi menemukan sesuatu yang janggal. bersamaan dengan itu, salah seorang warga bernama Dani (22) tengah mencuci sebilah golok dari noda darah yang menempel. Akhinya kecuriga pun muncul bahwa dialah pelakunya, sat itupun Dani langsung disergap dan diborgol para anggota polisi yang melihatnya. untuk diamankan sementara di Mapolsek yang tidak begitu jauh dari TKP guna menghindari amuk massa yang berada dilokasi tersebut.

Published in: on April 13, 2008 at 2:44 am Leave a Comment

Mayat Tanpa Kepala

Sesosok mayat tanpa kepala ditemukan seorang warga telah tergeletak bersimbah darah di sebuah mushola kecil di Kampung Rancasuni RT03/01 Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Selasa (8/4) siang sekitar pukul 12.00. Penemuan itu langsung membuat gempar warga setempat.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan bahwa mayat tanpa kepala tersebut pertama kali ditemukan oleh Lily Mulyadi, warga setempat. Saat itu Lily bermaksud hendak shalat dzuhur di mushola tersebut. Lily pun mengurungkan niatnya dan bergegas memukul kentongan.

Warga pun berdatangan ke mushola tersebut.. Mereka terkejut mendapati tubuh korban bersimbah darah tanpa kepala. Korban yang masih mengenakan pakaian lengkap itu mengalami luka robek di bagian perutnya hingga ususnya terburai.

Sebagian warga selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Bojong, Purwakarta yang terletak tak jauh dari lokasi kejadian. Warga pun curiga mendapati banyaknya ceceran darah. Ceceran darah itu mengarah ke kamar mandi di lingkungan mushola itu. Warga pun segera menelusuri arah ceceran darah itu.

Rupanya, di kamar mandi lingkungan mushola itu warga mendapati seorang pemuda setempat tengah mencuci golok yang berlumur darah. Warga pun segera mengamankan pemuda yang diketahui bernama Danni itu. Bersama aparat polisi setempat, pemuda usia 22 tahun itu, kemudian digiring ke kantor Mapolsek Bojong sebelum akhirnya ditahan di Mapolres Purwakarta.

Published in: on at 2:39 am Leave a Comment